Logo

01 Jun 2020

Berdasarkan pada aturan yang telah diterbitkan, sebagai berikut:

  1. Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mengatur kebijakan mengenai larangan aktivitas mudik,
  2. Surat Edaran Nomor 37 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Mengacu pada Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2020, berikut kriteria dan syarat (persyaratan pengecualian) calon penumpang, antara lain:

1. Persyaratan perjalanan orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta:

  1. Menunjukkan surat tugas bagi Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, yang ditandatangani oleh minimal Pejabat setingkat Eselon II
  2. Menunjukkan surat tugas bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah/Unit Pelaksana Teknis/Satuan Kerja/organisasinon pemerintah/Lembaga Usaha yang ditandatangani Direksi/Kepala Kantor
  3. Menunjukan Surat Keterangan uji tes Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau Surat Keterangan uji Rapid Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.
  4. Surat keterangan bebas gejala seperti influensa (Influenza-Like Ilness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR Test/Rapid Test.
  5. Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui oleh Lurah/Kepala Desa setempat.
  6. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah)
  7. Melaporkan rencana perjalanan (jadwal keberangkatan,jadwal pada saat berada di daerah penugasan, serta waktu kepulangan)

 

2. Persyaratan perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan  darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya (orang tua,suami/istri, anak, saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia.

  1. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lain yang sah)
  2. Menunjukkan surat keterangan kematian sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  3. Menunjukkan surat keterangan rujukan Rumah Sakit untuk pasien atau orang sakit keras
  4. Menunjukan Surat Keterangan uji tes Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau Surat Keterangan uji Rapid Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.
  5. Surat keterangan bebas gejala seperti influensa (Influenza-Like Ilness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR Test/Rapid Test.

 

3. Persyaratan repatriasi pekerja migran Indonesia, Warga Negara Indonesia dan pelajar/ mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah:

  1. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lain yang sah)
  2. Menunjukkan surat keterangan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) atau surat keterangan dari perwakilan RI di luar negeri (untuk penumpang dari luar negeri)
  3. Menunjukkan surat keterangan dari Universitas atau sekolah (untuk mahasiswa dan pelajar)
  4. Menunjukan Surat Keterangan uji tes Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau Surat Keterangan uji Rapid Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.
  5. Surat keterangan bebas gejala seperti influensa (Influenza-Like Ilness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR Test/Rapid Test.

 

Calon penumpang wajib melengkapi dan menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanan yang dibutuhkan serta mengikuti protokol pengamanan kesehatan diri, termasuk menggunakan masker sebagaimana diberlakukan dalam aturan dimaksud.

 

Tags: airport , bandara , kaltim , samarinda , aptpranoto , IATA , ICAO: WALS ,